Gampang Menang Facebook ad: “Sebuah peristiwa tragis di Bali menjadi sorotan publik…”

Ran for 2 days, from July 28 to July 30, 2026, the last day Crush saw it.
Run by Gampang Menang on Facebook. Crush is not the advertiser and does not verify its claims. See this ad in Meta's Ad Library(opens in a new tab)
Want an ad like this for your product?
Crush makes new ad images for your product from this ad: your logo, your product photo, your offer.
Trials from $19.95 USD, then $79.95 USD a month. Cancel anytime.
About this ad
- Meta Ad Library ID
- 1373392174938699
- Platforms
- Facebook and Instagram
- Relaunches
- 0
Ad text
Sebuah peristiwa tragis di Bali menjadi sorotan publik setelah video yang memperlihatkan tangis histeris seorang anak saat jenazah ayahnya diangkat beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, sang anak terus menangis dan memanggil ayahnya, membuat banyak warganet merasa iba. Korban diketahui meninggal dunia setelah menjadi sasaran amuk massa karena diduga mencuri ayam aduan di wilayah Tabanan, Bali. Menurut keterangan kepolisian, korban sempat dikeroyok warga yang emosi sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Aparat kini masih menyelidiki kasus tersebut, termasuk dugaan tindak pidana pengeroyokan yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. Peristiwa ini memicu perdebatan di masyarakat. Banyak pihak menilai bahwa siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana tetap berhak menjalani proses hukum, sehingga tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan. Kepala desa asal korban juga menyampaikan keprihatinannya dan berharap masyarakat menyerahkan setiap dugaan pelanggaran hukum kepada aparat yang berwenang. D📷detikcom+1 Di balik kasus ini, perhatian publik juga tertuju pada keluarga yang ditinggalkan, terutama momen pilu ketika anak korban menangisi ayahnya. Video tersebut menjadi pengingat bahwa setiap peristiwa kekerasan tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aksi main hakim sendiri dalam menghadapi dugaan tindak kejahatan. D📷detikcom+1 Jika diinginkan, saya juga bisa membuat versi yang lebih dramatis untuk Facebook, YouTube, atau portal berita dengan gaya yang tetap faktual.









