Skip to content
Jalan Cahaya Ilahi

Jalan Cahaya Ilahi Facebook ad: “Ada waktu-waktu yang terasa pelan”

Jalan Cahaya Ilahi Facebook ad: Ada waktu-waktu yang terasa pelan

Ran for 35 days, from January 16 to February 20, 2026, the last day Crush saw it.

Run by Jalan Cahaya Ilahi on Facebook. Crush is not the advertiser and does not verify its claims. See this ad in Meta's Ad Library(opens in a new tab)

Want an ad like this for your product?

Crush makes new ad images for your product from this ad: your logo, your product photo, your offer.

Trials from $19.95 USD, then $79.95 USD a month. Cancel anytime.

About this ad

Meta Ad Library ID
1604668077645163
Platforms
Facebook, Instagram, Audience Network and Threads
Relaunches
0

How we count

Ad text

Ada waktu-waktu yang terasa pelan seperti detik enggan lewat di antara angin pagi. Suara langkah hilang di tanah basah, sementara hati tiba-tiba merasa tua. Kadang kita jalan jauh tapi lupa kenapa mulai. Entah kenapa, di tengah lintasan hidup, rasa ragu itu diam-diam menepi. Ada titik sunyi ketika semua keputusan berhenti terasa pasti. Saat semua jalan terlihat benar — tapi batin bilang, “bukan ini.” Aku jadi ingat almarhum kakek… dulu di surau kayu itu, beliau sering membisikkan sesuatu ke langit dengan mata tertutup. Waktu kecil aku anggap bisikan itu hanya doa biasa. Sekarang aku baru paham — itu bukan sembarang doa, itu permohonan arah. Siratal Mustaqim. Jalan yang tak selalu terlihat tapi selalu bisa diminta. Anehnya ya… kita bisa sampai lelah berusaha, tapi lupa minta arah. Bukan karena kita sombong, tapi karena terlalu sibuk berlari. Padahal pintu itu tidak pernah terkunci. Hanya perlu berani berhenti sejenak dan menunduk. Tuhan tidak pernah menutup tangan-Nya. Kita saja yang kadang lupa menggenggam. Bahkan seorang nabi pun berdoa untuk arah. Apalagi kita, manusia yang jatuh bangun hampir setiap hari. Ada hari-hari kelabu, ketika langkah tinggal satu, tapi kita tetap bingung: kanan atau kiri? Di situ pentingnya berhenti ikut arus pikiran. Heningkan. Minta. Tunggu. Pelan-pelan, jalan itu akan mulai bercahaya pelan dari dalam dada. Bukan cahaya besar, bukan pelita terang. Hanya desir kecil: “Ikuti ini…” Dan kalau kita menjaga zikir yang penuh harap itu, tak usah tahu akhir—cukup yakin pada Pemilik jalan. Karena mungkin, kesesatan itu bukan karena gelap, tapi karena lupa meminta. Siratallah… pintanya tiap hari, tiap shalat, tanpa jeda. Bisikan hati itu perlu dituntun. Dan kita tidak pernah terlalu kuat untuk jalan sendiri. Langit sudah dengar. Sudah sejak lama… Tinggal kita yang perlu berkata ulang: “Bimbing aku…” Maka pertanyaannya, berapa lama lagi kita ingin berjalan tanpa arah? #malam #pikiran #hidup #diam #harihari #jalan #keputusan #doa #siratalmustaqim #waktu #ingatan #gokkenroyale

More ads from the top 1,000

See the top 1,000 ads