Dermawan Facebook ad: “Pihak terkait saat ini berusaha keras untuk tidak…”

Ran for 60 days, from April 19 to June 18, 2026, the last day Crush saw it.
Run by Dermawan on Facebook. Crush is not the advertiser and does not verify its claims. See this ad in Meta's Ad Library(opens in a new tab)
Want an ad like this for your product?
Crush makes new ad images for your product from this ad: your logo, your product photo, your offer.
Trials from $19.95 USD, then $79.95 USD a month. Cancel anytime.
About this ad
- Meta Ad Library ID
- 929940806530881
- Platforms
- Facebook and Instagram
- Relaunches
- 0
- Niche
- Home & Garden
Ad text
Pihak terkait saat ini berusaha keras untuk tidak menaikkan harga BBM, meskipun harga minyak dunia sedang melonjak tajam akibat konflik. Solusi yang dilakukan adalah Pegawai Work From Home (WFH) Setiap Jumat. Lalu, Memangkas Anggaran yang Kurang Penting: perjalanan dinas, rapat-rapat, dan acara perayaan. Serta Mengubah Jadwal Makan Gratis: dikurangi menjadi 5 hari saja dalam sepekan. Menurut pengamat ekonomi (Ronny P. Sasmita), langkah ini hanya menunda kenaikan harga BBM (sekitar 3-4 bulan), bukan mencegahnya. Jika dipaksakan tidak naik, uang negara akan habis untuk subsidi dan mengorbankan anggaran penting lainnya seperti infrastruktur, kesehatan, dan bantuan sosial. Menurut Pengamat lain (Syafruddin Karimi) Harus ada langkah nyata seperti Membatasi pemakaian BBM subsidi dan penggunaan energi pengganti minyak (seperti Biodiesel/B50). Menurut anda apakah solusi dari pihak terkait ini sudah tepat? Atau ada hal lain yang harus dilakukan?







