

Inactive· since May 15, 2026
- 21
- days it ran
- 0
- relaunches
Ad copy
" Jo, tadi kamu melihat kami, kan? Aku jujur nih, Jo, ini baru pertama kali aku mau mencoba melakukan ini dengan Pak Kades, tapi kan belum ada apa-apa. Kamu sendiri tadi lihat, nggak ada yang terjadi kan?" Ucap Juleha dengan suara lembut. Bejo yang masih muda begitu terpana, melihat wajah cantik Juleha, perasaannya semakin memuncak. Entah setan apa yang menggoda, jiwa muda Bejo seperti sudah dibakar api gelora saat melihat Pak Kades dan Juleha yang sempat saling meraba. Tiba-tiba saja, bibir bejo menemukan bibir Juleha dan mereka pun saling beradu bibir dengan mesra. Tanpa Bejo sangka, Juleha juga membalas ajakannya beradu dengan penuh gelora. Juleha terlihat resah sejak tadi, menggigil kegelisahan yang melanda dirinya. Tiba-tiba, pemuda di hadapannya mengajaknya beradu mulut dengan sangat ganas. Sebenarnya Juleha sama sekali tidak tertarik saat pak kades mengajaknya ke gubuk tengah sawah, namun Juleha tidak bisa mengabaikan ajakan Pak Kades yang sudah tua itu, saat pak kades menawarkan uang yang cukup banyak agar dia mau melayaninya. Kebutuhan akan uang dan kerinduan akan sentuhan kasih pria membuatnya mau tak mau menerima ajakan tersebut, sayangnya, rencana mereka seakan gagal ketika Bejo muncul. Melihat sosok Bejo yang muda, berotot, dan walaupun berkulit agak gelap, Juleha merasa tertarik dan menganggapnya macho. Energi dalam dirinya kembali bangkit, ketika Bejo mengajak beradu mulut. Juleha langsung membalas dengan penuh semangat dan tak ingin melewatkan momen ini. Bejo begitu bersemangat saat merasakan Juleha membalas apa yang dia lakukan, dengan langkah terburu-buru Bejo langsung mengeluarkan cangkul miliknya dan meminta Juleha untuk merawat cangkul miliknya. Juleha begitu terkejut saat menggenggam cangkul yang Bejo berikan padanya, dia tidak menyangka kalau ternyata cangkul Bejo sangat besar dan panjang melebih cangkul milik almarhum suaminya. Tidak ingin melewatkan momen kebersamaan mereka, Juleha langsung menservis cangkul Bejo dengan servis terbaik yang dia miliki. Walaupun awalnya Juleha sedikit kesulitan karna ukuran cangkul Bejo yang diluar nalar. Namun, seiring berjalannya waktu dia justru semakin menikmatinya. " Jo, kita langsung saja ya? Sawahku sudah sangat ingin merasakan bagaimana cangkulmu berada disana." pinta Juleha setelah dia merasakan sedikit kelelahan menservis cangkul Bejo. Juleha tidak menyangka kalau ternyata cangkul Bejo selain besar dan panjang juga memiliki daya tahan yang sangat luar biasa. Hal itu semakin membuat Juleha penasaran dengan kehebatan cangkul milik Bejo. " Aku tidak tau caranya mba?" balas Bejo sambil tersenyum kecut. " Hufffftttt, ya sudah biar mba yang ajarin." ujar Juleha dengan lembut. Bejo yang mendapatkan bimbingan dari juleha menjadi sedikit paham dengan cara mencangkul sawah milik wanita yang baik dan benar, bagi Bejo apa yang di ajarkan oleh Juleha sangat berbeda dengan apa yang sering dia tonton di hp. " Pelan-pelan Jo, jangan terburu-buru nikmati setiap ayunan cangkulmu di sawahku." ucap Juleha sambil memejamkan matanya. Apa yang terjadi selanjutnya pada Bejo dan Juleha? 🫣 Unduh MaxNovel sekarang 👇
Kisahnya bikin Penasaran! 😦🫣
INSTALL MOBILE APPLike this ad? Make it yours.
Crush rebuilds this exact creative around your product — your brand, your colors, your offer — in about a minute.







