Maxnovel ad creative
Maxnovel
Maxnovel

Inactive· since Jan 28, 2026

18
days it ran
0
relaunches

Ad copy

" Tuan ular, saya beni johansyah alias Bejo meminta ijin untuk mengambil ginseng yang anda jaga, tolong berikan saya ijin untuk memilikinya karena saya sangat membutuhkan ginseng itu agar bisa mengubah hidup saya." ucap Bejo dengan senyum manisnya. Entah apa yang dipikirkan Bejo sebelumnya hingga dia berpikiran untuk meminta ginseng tersebut kepada ular penjaga, namun anehnya ular tersebut seperti mengerti apa yang Bejo katakan, karna ular tersebut langsung mengangguk lalu pergi meninggalkan Bejo. Bejo yang melihat ular itu sudah meninggalkan dirinya, Bejo tanpa banyak membuang waktu langsung menggali ginseng yang berada di sela-sela batu tempat dia dan Juleha tadi berolahraga. Bejo menggali dengan sangat hati-hati hingga lima belas menit kemudian, sebuah ginseng liar seukuran lengan bayipun berhasil Bejo keluarkan. " Kalau dari bentuk dan ukuran sepertinya ginseng ini berusia seratus tahun, aku sangat yakin kalau harganya sangat mahal dikota, aku tidak menyangka masih mendapatkan keberuntungan walaupun bukan dari nomor togel. Aku merasa sekarang keberuntungan yang kumiliki seperti namaku yaitu, Bejo." ucap Bejo sambil tersenyum bangga. Dengan langkah penuh semangat Bejo langsung kembali ke tempat dia menaruh motornya, setelah menyimpan ginseng itu di karung tempat rumput. Bejo langsung menjalankan motornya untuk kembali kerumah. Begitu tiba dirumahnya, Bejo melihat Samsul yang sedang mengobrol dengan Dinda di teras rumahnya, tanpa memperdulikan mereka Bejo langsung menuju ke kandang sapi di belakang rumahnya. Setelah menurunkan dua karung rumput dan mengambil ginseng dari karung tersebut Bejo langsung masuk ke dalam rumahnya. Bejo mengisi sebuah toples dengan air. Setelah dia merendam sebentar cincin peninggalan leluhurnya di toples, Bejo langsung menaruh ginseng itu kedalam toples dan langsung membawanya masuk kedalam kamarnya. Selesai dengan urusan ginseng miliknya, Bejo langsung menuju ke dapur untuk membuat dua gelas kopi panas, setelah selesai membuat kopi dia langsung menuju ke teras rumahnya untuk menemui Dinda dan Samsul. " Wahhhh.. sahabatku memang sangat pengertian, tau saja kalau aku dari pagi belum ngopi." ucap Samsul dengan mata berbinar saat melihat kedatangan Bejo dengan dua gelas kopi di tangannya. " Hehehehe... Sudah langganan kamu kalau kesini pasti ingin ngopi gratis kan, Sul." balas Bejo sambil menyerahkan segelas kopi kepada Samsul. " Jo, mba pulang dulu ya? Uang pembayaran ikan dan lobster katanya sudah di transfer ke rekening kamu." ucap Dinda sambil tersenyum lebar. " Iya mba, nanti saya cek, belum sempat lihat hp." balas Bejo dengan senyum manisnya. Dinda yang merasa sudah tidak ada keperluan lagipun langsung meninggalkan Bejo dan Samsul, Dinda tidak ingin terlalu terlihat dekat dengan Bejo di depan umum karna itu bisa membuat tetangga mencurigai hubungan mereka. " Semalam kamu kemana, Jo. Aku tunggu lama tidak datang juga? Padahal dangdut di desa sebelah sangat ramai dan biduannya seksi-seksi." ucap Samsul dengan antusias " Aku semalam ketiduran, Sul, saat aku bangun dan pergi kewarung Bu Lilis, kamu dan yang lainnya sudah tidak ada disana, oh iya sul, aku mau bikin kamar mandi sama masang keramik lantai, kira-kira siapa yang bisa membuatnya ya?" ujar Bejo yang teringat dengan rencananya untuk merenovasi rumah. " Hehehehe... Sudah banyak uang ternyata kawanku ini sampai ingin merenovasi rumah, kalau hanya membuat kamar mandi dan memasang keramik lantai, kenapa tidak ke kang darman saja. Di desa kita hanya dia yang bagus dan rapi kerjaannya, Jo." balas Samsul sambil menyalakan sebatang rokok. Samsul sangat bahagia saat mendengar sahabatnya sudah memiliki uang untuk merenovasi rumah, dia yang sudah dari kecil hingga dewasa bersama Bejo, tentu sangat tau perjuangan sahabatnya untuk sampai dititik sekarang. " Mumpung ada rejeki, Sul. Kalau uangnya kurang? ya tinggal jual saja itu sapi, Sepertinya kedua sapi itu sudah mulai sehat dan tidak lama lagi pasti akan laku mahal kalau sudah gemuk lagi." ucap Bejo santai. " Kalau juragan kadrun yang kikir bin medit itu tau sapi-sapinya yang dia jual murah ke kamu sudah kembali sehat, pasti dia bakalan kebakaran jenggot, Jo. Bisa-bisa dia datang kemari untuk membeli kembali sapi-sapinya." balas Samsul dengan senyum. Lebar menghiasi wajahnya. Samsul sendiri sudah melihat kalau kedua sapi yang dibeli sahabatnya dalam keadaan kurus dan penyakitan, kini sudah terlihat sehat kembali, bahkan makannya pun sangat rakus. " Kalau juragan kadrun mau membayar mahal ya tidak apa-apa, Sul." Balas Bejo santai. Bejo dan Samsul mengobrol cukup lama, hingga Bejo teringat janjinya dengan Bu Lilis yang akan membantu untuk membersihkan rumput di rumahnya yang ada di kota. " Sul, kamu sudah lama disini kapan kamu mau pulang?" tanya Bejo sambil tersenyum penuh arti. " Tumben kamu mengusirku, Jo. Biasanya kamu tidak mau aku pulang." ujar Samsul santai. " Bukan begitu, Sul. Aku sudah janji dengan Bu Lilis mau membantu beliau untuk membersihkan rumahnya yang ada di kota." Balas Bejo sambil bangkit dari duduknya. " Bilang dong kalau mau kerja, kamu kan sudah punya uang lumayan banyak, jangan terlalu memforsir diri, Jo. Sekali-kali refreshing biar otakmu pikirannya tidak kerja mulu." Ucap Samsul sambil menyeruput kopinya sampai tuntas. Setelah kepergian sahabatnya, Bejo langsung masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri, setelah membersihkan diri Bejopun langsung bersiap untuk menuju ke warung Bu Lilis. " Bu, berangkat sekarang saja ya? Biar nanti pulangnya tidak kesorean." ucap Bejo saat tiba di warung dan melihat Bu Lilis sedang menutup warungnya. " Waduh.. ini baru jam sebelas kamu sudah ngajak berangkat saja, Jo. Ibu belum siap-siap ini, baru saja mau tutup warung." balas Bu Lilis sambil terus melanjutkan menutup warung. " Biar warungnya saya yang tutup saja Bu, ibu bersiap-siap saja." ucap Bejo yang langsung bergegas membantu Bu Lilis. Setelah bu lilis memasuki rumahnya, Bejo langsung dengan cepat menutup warungnya, setelah selesai menutup warung, tak berselang lama Bu Lilis keluar dari dalam rumahnya. Bejo cukup terkejut melihat penampilan dari Bu Lilis yang terlihat seperti anak muda, dengan kaos ketat dan celana pendek sepaha, sangat berbeda dengan biasanya yang hanya mengenakan daster rumahan. Dengan penampilan seperti saat ini, Bu Lilis lebih terkesan seperti ABG dan tidak terlihat sama sekali kalau beliau sudah berumur 38 tahun dan memiliki anak yang hampir berusia dua puluh tahun. " Tidak usah heran, Jo. Masa ibu kekota mau pakai daster kan malah lucu. Ayo cepat berangkat pakai motor kamu saja ya?" ucap Lilis saat melihat Bejo yang terbengong melihat penampilannya. Lilis sangat yakin kalau rencananya akan berhasil, apalagi setelah dia melihat respon Bejo yang melihat penampilannya saat ini. Bejo hanya bisa menelan ludah sendiri, namun dia tidak ingin banyak tanya dan langsung menuju ke motornya, setelah Bu Lilis baik ke atas motornya Bejo langsung menjalankan motornya dengan kecepatan sedang. Bejo semakin panas dingin saat mereka telah meninggalkan desa dan Bu Lilis langsung memeluknya dengan erat hingga membuat buah semangka Bu Lilis begitu terasa di punggungnya. Bejo pun mulai berpikir kalau permintaan Bu Lilis untuk meminta bantuan dirinya membersihkan rumahnya di kota hanyalah akal-akalan Bu Lilis saja, tetapi yang sebenarnya Bu Lilis menginginkan sentuhan dari dirinya. Bejo yang sudah beberapa kali berhubungan dengan wanita dewasa tentu sedikit banyak telah memahami gelagat dari wanita dewasa yang butuh belaian, apalagi dia sangat tau kalau Bu Lilis sudah setahun lebih tidak mendapatkan apa yang dia butuhkan, karna suaminya sudah setahun lebih belum pulang dari negara tetangga. Setelah menempuh perjalanan selama lebih dari setengah jam, akhirnya dengan arahan dari Bu Lilis, Bejo dan Bu Lilis pun telah sampai di rumah satu lantai yang cukup besar walaupun tidak terawat karna rumput liar tumbuh dengan subur. " Bu, kenapa ibu tidak pindah kesini saja? Kenapa ibu justru lebih betah di desa,padahal rumah ini masih cukup bagus kalau dirawat dengan baik, apalagi letaknya juga cukup strategis." tanya Bejo saat dia sudah turun dari motor dan mengikuti Bu Lilis masuk kedalam rumah. " Ibu lebih betah didesa, Jo. Apalagi kan dulu hubungan saya dan suami sempat tidak direstui oleh orang tua saya. Jadi waktu itu saya lebih memilih mengikuti suami tinggal didesa, sebentar ibu buatkan kopi terlebih dahulu. Kebetulan ibu bawa kopi sachet dari warung tadi. Kamu ngopi dulu sebelum bekerja, biar kerjanya semakin bersemangat." ucap Lilis sambil berjalan menuju dapur sambil melenggak lenggokan tubuhnya. Apa yang terjadi selanjutnya pada Bejo dan Lilis? 🫣 Unduh MaxNovel sekarang 👇

Kelaanjutannya bikin kamu merinding! 😦🫣

INSTALL MOBILE APP
🪄Crush AI

Like this ad? Make it yours.

Crush rebuilds this exact creative around your product — your brand, your colors, your offer — in about a minute.

More ads from Maxnovel

MaxnovelMaxnovel
Inactive
14 Days
-Reach
2Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
MaxnovelMaxnovel
Inactive
9 Days
-Reach
2Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
MaxnovelMaxnovel
Inactive
5 Days
-Reach
1Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
MaxnovelMaxnovel
Inactive
17 Days
-Reach
1Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
MaxnovelMaxnovel
Active
8 Days
-Reach
1Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
MaxnovelMaxnovel
Inactive
37 Days
-Reach
1Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
MaxnovelMaxnovel
Inactive
61 Days
-Reach
1Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
MaxnovelMaxnovel
Inactive
66 Days
-Reach
1Ads
Maxnovel Facebook ad
Details
Maxnovel Ad — Ran 18 Days | Crush Ad Library