AMNM Facebook ad: “Bukti Bahwa Islam Berpihak pada Fakir Miskin”

Ran for 3 days, from February 9 to February 12, 2026, the last day Crush saw it.
Run by AMNM on Facebook. Crush is not the advertiser and does not verify its claims. See this ad in Meta's Ad Library(opens in a new tab)
Want an ad like this for your product?
Crush makes new ad images for your product from this ad: your logo, your product photo, your offer.
Trials from $19.95 USD, then $79.95 USD a month. Cancel anytime.
About this ad
- Meta Ad Library ID
- 756092914229447
- Platforms
- Facebook, Instagram, Audience Network and Threads
- Relaunches
- 0
Ad text
Bukti Bahwa Islam Berpihak pada Fakir Miskin Sebagai mana yang telah diketahui, Allah SWT sama sekali tidak memandang manusia pada status sosial atau kekayaannya, melainkan keimanan dan ketakwaannya. Tapi apa bukti nyata ajaran Islam yang menunjukkan keberpihakan kepada kaum lemah dan kurang mampu? Dalil tentang keberpihakan Islam terhadap fakir miskin Dalam QS Al-Maaun ayat 1-3, Allah bersabda: أَرَءَيۡتَٱلَّذِىيُكَذِّبُبِٱلدِّينِ (١) فَذَٲلِكَٱلَّذِىيَدُعُّٱلۡيَتِيمَ (٢) وَلَايَحُضُّعَلَىٰطَعَامِٱلۡمِسۡكِينِ (٣) “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un [107]: 1 – 3). Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda: وعن أُسامَة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « قُمْتُ عَلَى بابِ الْجنَّةِ ، فَإِذَا عامَّةُ مَنْ دخَلَهَا الْمَسَاكِينُ ، وأَصْحابُ الجَدِّ محْبُوسُونَ غيْر أَنَّ أَصْحاب النَّارِ قَدْ أُمِر بِهِمْ إِلَى النَّارِ . وقُمْتُ عَلَى بابِ النَّارِ فَإِذَا عامَّةُ منْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ » متفقٌ عليه . Dari Usamah ra., Nabi bersabda : ”Aku berdiri di pintu surga, sedangkan yang aku lihat masuk ke dalamnya kebanyakan orang-orang miskin, sedangkan orang-orang kaya itu masih tertahan oleh perhitungan kekayaannya. Orang-orang yang ahli neraka telah diperintah masuk neraka. Dan berdiri dipintu neraka, ternyata kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah perempuan.” (Muttafaq’Alaih) Jadi, apakah Rasulullah SAW merekomendasikan umatnya untuk hidup miskin? Tentu saja tidak. Hadits ini hanya menjelaskan bahwa nisab harta fakir miskin lebih cepat dibandingkan orang-orang kaya, sehingga lebih cepat berada di surga. Ingat, dalam Islam ada perintah zakat dan sedekah. Artinya, memiliki harta adalah kesempatan mempercepat diri mendapat ridho-Nya yang secara sosial juga menciptakan keharmonisan kehidupan kemasyarakatan. Oleh karena itu, kemiskinan dalam Islam bukan sebuah fakta yang bebas dieksploitasi dalam tatanan kehidupan. Bahkan, Rasulullah sampai memberikan ultimatum keras bagi orang-orang yang mengambil hak fakir miskin dan orang yang lemah. Rasulullah bersabda, “Sungguh Allah akan memberikan siksaan berat kepada orang-orang yang menyiksa orang-orang lemah.” (HR. Muslim) Siapa fakir miskin yang patut dicintai menurut Rasulullah SAW? Walaupun Islam mengajarkan untuk mencintai fakir miskin, tentu harus dipahami kalau yang patut dicintai adalah seorang muslim yang taat. Bukan kategori miskin yang malas bekerja atau melakukan tindakan kriminal. Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِى تَرُدُّهُ الأُكْلَةُ وَالأُكْلَتَانِ ، وَلَكِنِ الْمِسْكِينُ الَّذِى لَيْسَ لَهُ غِنًى وَيَسْتَحْيِى أَوْ لاَ يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا “Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak.” (HR. Bukhari no. 1476). Ya Allah, berilah kami sifat mencintai orang miskin dan menjadi mujahid di jalan Allah dengan memperjuangkan dan menolong mereka. اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk mudah melakukan kebaikan dan meninggalkan kemungkaran serta aku memohon pada-Mu supaya bisa mencintai orang miskin. Jadi, begitulah Islam mengajarkan umatnya untuk berpihak kepada fakir miskin dan orang-orang lemah. Kalau kamu sendiri, apakah punya pengalaman untuk mewujudkan keberpihakan kepada mereka yang lemah? Yuk, bagikan ceritamu! #AMNM #fiisabilillah









